SETIA HATI TERATE_Malang

Artikel PSHT Cabang Malang

Blog EntryMateri Latihan Pencak Silat di PSHT 1Jun 15, '08 5:35 AM
for everyone
Sejak awal kita mengetahui bahwa PSHT mengajarkan pencak silat sebagai media untuk mendidik manusia berbudi pekerti luhur. Namun apakah definisi dan bagaimana latihan pencak silat itu seharusnya dilakukan, belum diketahui oleh semua pelatih PSHT. Berikut adalah sebagaian penjabaran materi Pencak Silat dalam PSHT sebagaimana yang dipahami dalam Penataran pelatih PSHT cabang Malang.

Tahap Persiapan
Tahap persiapan adalah suatu masa untuk mempersiapkan berlangsungnya latihan. Tahap persiapan meliputi segala sesuatu tentang "APA – SIAPA – DI MANA – KAPAN" atau kalau dijabarkan sebagai berikut:

1. APA : - Materi dan waktu latihan
               -  Perlengkapan
2. SIAPA : Pelatih dan siswa
3. DI MANA : Tempat latihan
4. KAPAN : Hari atau jam latihan


Materi Latihan

Materi dalam Persaudaraan Setia Hati Terate meliput:

  1. Pembinaan Inti, terdiri dari Senam Dasar, Pelajaran Dasar, Jurus, Pasang, Pelepasan Kuncian, Belaan Belati, Senam Toya dan Jurus Toya.
  2. Pembinaan Teknik dan Taktik, terdiri dari Pola Langkah, Pola sambut, Penggunaan Pasang dan Sambung.
  3. Pembinaan Fisik
  4. Pembinaan Ke-SH-an
  5. Pembinaan Pernafasan

Senam Dasar

a. Pengertian

Senam Dasar yang diciptakan Bpk, Irsyad (Alm) adalah gerakan-gerakan yang disusun berurutan sebanyak 90 macam dan dilakukan di tempat (tidak melangkah atau berjalan).

b. Tujuan

- Melatih dasar gerakan jurus

- Membentuk otot-otot besar/kecil untuk menunjang melakukan gerakan dengan baik dan benar

- Melatih terbentuknya sikap koordinasi

- Pembentukan sikap yang benar (sikap kuda-kuda, tubuh dan tangan)

- Pembentukan gerakan yang benar (arah, lintasan)

- Koordinasi sikap

c. Pelaksanaan

- Kesalahan harus segera dibetulkan

- Pemberian aba-aba dari lambat, teratur, meningkat ke cepat dan mendadak

- Aba-aba pelan/lambat untuk membentuk unsur fisik (keseimbangan dan ketahanan)

- Merangkaikan beberapa gerakan (menjadi senam beregu atau senam massal)

 

2.1.2 Pelajaran Dasar

a. Pengertian

adalah pengenalan dasar-dasar gerakan pencak silat (serang-bela) antara lain:

1). Belaan: pembuangan-tangkisan-hindaran/elakan-pelepasan kuncian-tangkapan

Belaan adalah suatu usaha mempertahanka diri yang dilakukan baik dengan tangan maupun kaki sewaktu menerima serangan.

Macam-macam belaan antara lain:

a). Pembuangan:

Pembuangan adalah teknik belaan yang dilakukan dalam keadaan memaksa dengan jalan membuang tenaga serangan lawan.

b). Tangkisan

Tangkisan adalah teknik belaan dengan cara mengadakan kontak langsung (benturan) terhadap serangan lawan, dengan jalan membendung atau mengalihkan serangan. Berbagai posisi dalam menangkis dapat dilakukan, baik dengan melangkah maupun diam di tempat, dengan memperhitungkan posisi terbaik atau menguntungkan untuk melakukan serangan balasan yang cepat. Yang perlu diperhatika dalam tangkisan adalah koordinasi antara sikap kuda-kuda, sikap tubuh dan sikap tangan.

Adapun tangkisan terdiri dari dua macam, yaitu:

- Tangkisan (benturan) dengan tangan

- Tangkisan (benturan) dengan kaki

c). HIndaran/elakan

Hindaran/elakan adalah teknik belaan dengan cara memindahkan sasaran dari lintasan serangan.

Teknik elakan dapat dilakukan dengan cara:

- Melangkah dengan satu kaki

- Di tempat

- Memindahkan dua kaki

Elakan yang baik adalah dapat menghindarkan serangan dan dapat melakukan gerakan lanjuta (pola sambut) dengan baik).

d). Pelepasan Kuncian

Pelepasan kuncian adalah usaha untuk melepaskan diri dari tangkapan lawan, dilakukan dengan cara menggunakan satu tangan atau dua tangan.

2). Serangan

a). dengan tangan: pukulan-colokan-tebasan-sodokan-sikutan-kuncian

b). dengan kaki: tendangan-dengkulan-menjatuhkan (serampang, ungkit, sapu)

Macam-macam serangan yanga dapat dilakukan tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

a). Serangan dengan tangan

serangan dengan tangan dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, yaitu mengepal, terbuka dan terbuka sebagian dengan memperhatikan lintasan serangan.

Lintasan serangan:

-  ke depan lurus

-  dari samping

-  dari bawah

Macam-macam serangan dengan tangan antara lain:

-  pukulan

-  colokan

-  tebasan

-  sodokan

 

-  sikutan

-  kuncian

-  tangkapan

 

b). Serangan dengan kaki

      seperti pada serangan tangan, serangan dengan kaki juga memperhatikan unsur-unsur teknik tersebut di atas untuk mengembangkan teknik yang benar. Untuk memantapkan serangan kaki perlu diperhatikan cara melatih kekuatan dan keseimbangan kaki tumpu pada waktu melakukan tendangan dan sikap tubuh serta sikap tangan yang baik, sehingga teknik tendangan menjadi baik dan dapat melakukan sikap atau tindakan berikutnya setelah melakukan tendangan.

Adapun macam-macam serangan kaki adalah:

1). Tendangan

Sikap awal menendang perlu dilatih dari berbagai sikap dan posisi.

Macam tendangan adalah:

-         tendangan ke arah depan (A, T)

-         tendangan dari samping (C, Sirkel)

-         tendangan belakang (B)

2). Dengkulan

Dengkulan dilakukan apabila jarak/jangkauan lawan sudah terlalu dekat.

3). Serkel

 

4). Menjatuhkan

Menjatuhkan dilakukan dengan cara: sapuan, ungkitan, kaitan dan guntingan.

Teknik jatuhan dapat dilakukan dengan cara:

(1). Meniadakan keseimbangan kaki tumpu (sapuan, ungkitan, kaitan dan guntingan)

(2). Meniadakan keseimbangan dengan didahului tangkapan.

b. Tujuan:

- Melatih dasar-dasar melakukan serangan dengan tangan dan kaki secara benar.

- Melatih dasar-dasar melakukan belaan dengan tangan dan kaki secara benar.

- Melatih pembentukan sikap yang benar.

c. Pelaksanaan:

- Kesalahan harus segera dibetulkan

- Pemberian aba-aba dari lambat, teratur, meningkat menjadi cepat dan mendadak

- Merangkaikan beberapa gerakan serangan (colok-tendangan-menjatuhkan)

- Merangkaikan beberapa gerakan belaan (tangkis-hindar)

- merangkaikan beberapa gerakan bela dan serang tangkis-pukul-tendang.

 

2.1.3 Jurus

a. Pengertian:

adalah suatu rangkaian gerakan teknik pencat silat (pasang-serang-bela) sebanyak 36 (tiga puluh enam) yang dilaksankan sambil melangkah.

b. Tujuan:

- Melatih mengembangkan suatu pola permainan pencak silat

- Menumbuhkan pengertian permainan secara teratur

- Menguasai dan meyakini teknik yang dimiliki.

c. Pelaksanaan:

- Sama dengan pembinaan senam

- Penjelasan unsur-unsur belaan dan serangan (teknik) pada masing-masing jurus.

- Penjelasan pola langkah sesuai dengan tingkatannya tentang cara berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan kaidah pencak silat PSHT

- Pemberian aba-aba:

~ Pelan dan teratur (untuk pemahaman dan pembentukan sikap dan teknik yang benar)

~ ditingkatkan dengan cepat dan pendadakan untuk merangsang gerak cepat dan bertenaga

~ ditingkatkan dengan memberi aba-aba satu hitungan

-   Kesalahan segera dibetulkan

-   Melatih menggunakan jurus secara berpasangan (2A >< 2B)

-   Melatih menggunakan pasangan minimal dua gerakan untuk satu pasang dengan peningkatan atau tambahan macam penggunaan pasang di tingkat atasnya.

Contoh:

-          Polos: penggunaan pasang 4 dua macam

-          Jambon: penggunaan pasang 4 empat macam

-          Hijau: penggunaan pasang 4 dua macam

-          Putih: penggunaan pasang 4 dua macam

-          Melatih penggunaan pasangan sampai siswa hafal dan menguasai.

 

2.1.4 Pasang

a. Pengertian

adalah suatu sikap gerak lemah lembut gagah berwibawa dan terbuka yang merupakan perangkap agar lawan mau menyerang, tetapi disertai kesiapan untuk melakukan belaan dilanjutkan serangan masuk.

b. Tujuan:

- Melatih menyiapkan kondisi siap menyerang dan siap diserang

- Melatih meyakini jurus

c. Pelaksanaan:

- melatih perpindahan gerak dari satu gerak ke gerak lain dengan menggunakan pasang berlainan

- penggunaan pasamg masing-masing jurus

 

2.1.5 Pelepasan Kuncian

a. Pengertian:

adalah suatu teknik untuk melepaskan kuncian lawan dilanjutkan dengan gerakan mengunci lawan

b. Tujuan:

- Melatih mengambil bagian-bagian tubuh lawan yang lemah

- Melatih memanfaatkan bagiantubuh sendiri untuk menyerang lawan

c. Pelaksanaan:

Melatih ketepatan dan kecepatan gerak disertai tenaga

 

2.1.6 Belaan Belati

a. Pengertian:

adalah suatu teknik untuk menerima serangan belati dengan tangan kosong

b. Tujuan:

Melatih keberanian menghadapi lawan bersenjata

c. Pelaksanaan:

Melatih kecepatan dan ketepatan gerak disertai tenaga.

 

2.1.7 Senam Toya

a. Pengertian:

adalah suatu gerakan serang bela menggunakan toya yang dilakukan di tempat

b. Tujuan:

- melatih dasar gerakan jurus toya

- melatih sikap koordinasi yang benar antara sikap tangan memegang toya dengan tubuh dan kuda-kuda kaki

- melatih gerak memegang toya dengan benar

c. Pelaksanaan:

- Pemberian aba-aba dari lambat, teratur, meningkat menjadi cepat dan mendadak

- Kesalahan segera dibetulkan

 

2.1.8 Jurus Toya

a. Pengertian:

adalah suatu rangkaian gerakan teknik pencak silat dengan menggunakan toya yang dilaksanakan sambil melangkah.

b. Tujuan dan Pelaksanaan

sama dengan jurus

 

Bagi Saudara-saudara PSHT di Jawa Timur yang memerlukan informasi lebih lanjut mengenai materi penataran pelatih PSHT di Cabang Malang, dapat menghubungi mas Edi Suhartono di 081 232 216 62 serta dapat berdiskusi dengan  beliau.



Tanggal 9 – 11 Mei lalu IPSI Jawa Timur punya gawe gede… perhelatan Kejuaraan Sirkuit Pencak Silat Jawa Timur babak Grand Final yang diadakan di Gelanggang Remaja Surabaya. Para pesilat yang berlaga disini adalah mereka yang terseleksi secara ketat di kejuaraan Wilayah sebulan sebelumnya. Jawa Timur dibagi menjadi 4 Wilayah yaitu Wilayah I (Kejurwil diadakan di Sumenep), II (Kejurwil di Madiun), III (Kejurwil di Pamekasan) dan IV (Kejurwil di Sidoarjo). Hanya pesilat yang mendapat Juara I di Kejuaraan Wilayah itu yang berhak untuk bertanding di Grand Final ini. Selain itu, kejuaraan ini dibatasi usia yaitu antara 17 - 23 tahun, sehingga dapat dipastikan yang bertanding di kejuaraan ini adalah pesilat-pesilat muda yang potensial menjadi atlit masa depan Jatim.

Tidak seperti Kejuaraan pencak silat biasa yang menggunakan system gugur, Grand Final ini menggunakan kompetisi penuh. Artinya, semua peserta saling bertemu. Pesilat yang menang akan mendapatkan poin 2, seri 1, dan kalah 0. Kemudian jumlah bendera dan berat badan juga dicatat. Penentuan juara I, II dan III ditentukan berdasarkan poin terbanyak. Apabila poinnya sama, maka penentuan juara ditentukan akumulasi jumlah bendera. Kalau jumlah bendera masih sama, maka pemenangnya adalah yang akumulasi berat badannya lebih sedikit. Sistem ini cukup menarik karena memungkinkan pesilat untuk lebih banyak bertanding; sehingga pengalaman mereka dalam menghadapi bermacam-macam lawan ikut terasah. 

Yang menggembirakan, cukup banyak pesilat PSHT yang menjadi juara dalam Kejuaraan kali ini. Di kelas F Putra ada Agus Kurniawan (mewakili Surabaya) yang meraih Juara I;  Wahyu Prabowo Juara I Kelas G Putra (Kab Malang); dan Fajar di kelas J Putra (Nganjuk).  Selain itu para runner-up juga cukup banyak antara lain Siti Khotijah Juara II A Putri (Kab Malang); Wahyu Agus juara II C Putra (Kab Malang); Zainal Firmanssyah Juara II D Putra (Kab Mojokerto); Suyanto Juara II E Putra (Banyuwangi); Joko juara II G Putra (Magetan); M. Firnadi Juara II F Putra (Kab Mojokerto); dan Silka Juara II C Putri (Surabaya). Sedangkan saudara-saudara kita yang berhgasil meraih peringkat III adalah Viki Juara III B Putri (Banyuwangi); Galuh Nindyawati Juara III D Putri (Kab Malang);  dan Zani Hadi Juara III F Putra (Lamongan).

Sesungguhnya banyak bibit-bibit pesilat potensial PSHT yang  tersebar di Jawa Timur ini; tinggal bagaimana pembinaan yang ada di daerah-daerah untuk terus mempertahankan dan mendongkrak prestasi mereka. Untuk itu dibutuhkan dukungan semua pihak... karena prestasi yang memabanggakan tidak hanya dimiliki oleh sang Juara, tetapi juga keluarganya, teman-temannya, daerahnya dan perguruannya juga ikut bangga.

tim Silat Kabupaten Malang


Hanya mengirimkan 4 pesilat, tim PSHT Malang berhasil membawa pulang 1 emas dan 2 perunggu. Emas diraih Kurniati Rahayuni di Tunggal Putri dan Perunggu diraih Lambang di Tunggal Putra dan Adi di kelas E Putra. Memang hasil ini jauh bila dibandingkan dari hasil yang diraih pada even sebelumnya tahun 2006 dimana PSHT Malang meraih Juara Umum. Tetapi manajer tim, mas Senan (tk II) mengaku cukup puas. Apalagi dengan hasil ini PSHT Malang mendapatkan Juara Umum III untuk Kategori TGR.    

Dalam even ini PSHT Malang hanya menurunkan beberapa pesilat saja karena even tersebut bertepatan dengan Kejuaraan Wilayah II Sirkuit Jawa Timur yang diadakan di Madiun. Pesilat PSHT Malang yang tergabung dalam tim kabupaten Malang harus berangkat ke Madiun untuk mengikuti kejuaraan itu, sementara yang lainnya berangkat ke Solo untuk mengikuti Kejurnas PSHT di Solo.

Laporan lain dari Solo adalah… perkembangan dan kesadaran berprestasi saudara-saudara PSHT di tanah air betul-betul menggembirakan. Tidak ada kontingen yang benar-benar mendominasi juara, menandakan kalau semua kontingen yang dikirimkan memiliki kekuatan yang cukup rata. Mulai dari wilayah pulau Sumatera hingga Papua semua mencatatkan sebagai pesilat Juara... mereka adalah bibit-bibit yang harus dibanggakan. Selain itu, inisitif Komisariat PSHT UNS menyelenggarakan even ini patut dibanggakan dan dicontoh. Salut untuk Komisariat PSHT UNS atas kesusksesannya menyelenggarakan even ini!




Latihan yang bagaimana sih yang membuat Juara?
Latihan sekeras apa yang dibutuhkan untuk mencetak prestasi?

Kalau pertanyaan itu berkecamuk di benak anda sekalian, silahkan tengok latihan fisik atlit Pencak silat di Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Malang.  Mereka berlatih 5 - 6 kali seminggu dengan waktu 1,5 - 2 jam, dengan jadwal sebagai berikut:

Senin, 15.30-17.30: Latihan beban
Selasa, 15.30-17.30: Latihan fisik Stamina
Rabu, 15.30-17.30: Latihan beban
Kamis, 19.00- 22.00: Latihan teknik pencak silat
Jumat, 15.30-17.30: Latihan beban
Sabtu / Minggu (tergantung jadwal) , 08.00 - 12.00: latihan refreshing: renang, lari cross country atau main bola.

Kegiatan latihan ini biasanya dilakukan di fitness center Universitas Negeri Malang (UM), di lapangan UM, di hall UNMER Malang, atau di Aula Universitas Gajayana Malang.

Biasanya seluruh sesi latihan dilaksanakan dengan porsi yang cukup berat. Contohnya saja, misalnya untuk latihan beban daya tahan kekuatan, atlit harus mengangkat beban sebanyak 7 set, tiap setnya 10 kali angkatan. Atau ketika latihan Stamina tiap Selasa, menu latihannya adalah: Lari 30 menit, sprint 50 meter 20 kali, lompat kijang 20 meter 10 kali, hand stand 1 menit kali 5, lalu terakhir sit up, back up, abdominal masing-masing 100 kali. Program latihan disesuaikan dengan jadwal bertanding.
"Kalau sudah dekat pertandingan, kami lebih memperbanyak latihan teknik. Latihan bebannya juga disesuaikan lebih ke arah speed dan power," kata Suhud Indratno, salah satu atlit. Lagipula meskipun latihannya keras, tetap ada aturannya. Setiap latihan harus diawali peregangan (stretching), pemanasan,  baru ke latihan inti. Setelah itu, ditutup dengan pendinginan.


Pencak Silat kan olahraga menendang dan memukul, kenapa harus ada latihan fisik yang berat segala?
"Semua olahraga itu kan dasarnya fisik," mas Edi Suhartono, pelatih Jatim dari PSHT Malang menerangkan. "Kalau di Pencak Silat urutannya: 1) Fisik; 2) Teknik; 3) Strategi/taktik; 4)Etika atau mental. Kita tidak bisa melakukan teknik menendang dan memukul dengan benar, kalau fisik kita lemah. Kalau fisik saja lemah, teknik juga akan lemah, kalau sudah begitu kita tidak bisa ngomong strategi, maka sangat sulit untuk menang". Metode ini sudah terbukti di kancah nasional. Pesilat Jawa Timur terkenal dengan fisiknya yang kuat dan ngotot, karena di Jawa Timur latihan fisisknya juga lumayan berat. Latihan model inilah yang juga dilakukan di PSHT cabang Malang. Ibaratnya pedang, maka pedang ini harus terbuat dari baja yang berkualitas. Untuk mendapatkan teknik menendang, memukul dan membanting yang ampuh, pertama-tama fisik harus terlatih dulu.



Bagimana kalau jadwal kuliah berbenturan dengan waktu latihan?
"Ya tetap latihan, konsekuensinya harus dibayar dengan latihan sendiri dong," Jawab Wahyu Prabowo, yang lebih sering melakukan joging siang hari sendirian karena jadwal kuliahnya bertepatan waktu latihan.

Lalu apakah tidak menganggu waktu kuliah atau kegiatan lainnya?
"Manajemen waktunya harus diatur, kapan belajar, kapan kuliah, kapan latihan dan istirahat. Memang resikonya kalau mau jadi atlit ya harus disiplin mengatur waktu, menentukan prioritas mana kegiatan yang penting, kurang penting dan tidak penting," demikian menurut Indra Sukmawan, pelatih atlit PSHT Cabang Malang sekaligus pelatih tim Pencak Silat Kabupaten Malang ini.

Bagi saudara-saudara sekalian yang ingin mengetahui bagaimana program latihan mereka lebih mendetail, silahkan kontak Mas Indra Sukmawan di 08123058992.


Setiap manusia bebas memilih
menjadi biasa atau luar biasa
sudah banyak insan biasa,
kumantapkan hati dan langkah
dan kusatukan kekuatan,
kuatur diri dan langkahku,
kugapai impian suci.
Keimanan penerang hidupku,
Tujuan hidup mengarahkan langkahku,
percaya diri menguatkan derapku,
keuletan menerjang segala rintangan.
dengan gagah berani kutunjukkan:
AKU HARUS JUARA

Sekelumit puisi diatas adalah karya Suhud Indratno, seorang atlit kelas C Putra dari PSHT Cabang Malang yang ditulisnya sekitar tahun 2000, ketika ia masih belum jadi apa-apa.
Namun sekarang ia sudah dikenal sebagai seorang atlit Nasional pencak silat yang menyumbangkan medali Perunggu di SEA GAMES XIII Thailand tahun 2007 lalu.

Kurus, tinggi, berotot dan kulitnya coklat karena terbakar matahari. Kulitnya yang coklat inilah yang membuatnya kerap dipanggil “Celeng” oleh teman-temannya. Tetapi ia adalah saudara kita yang patut dibanggakan, karena turut mengibarkan merah putih di Even Sea Games XIII lalu. Pesilat kelahiran Nganjuk, 5 Agustus 1980 ini mulai belajar silat di PSHT Nganjuk pada kelas 2 SMP. Setelah disahkan menjadi Warga tahun 1999, ia berangkat kuliah di Malang. Tepatnya, di Jurusan Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang (UM). Di Malang inilah, Suhud tidak hanya aktif dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PSHT komisariat UM, tetapi juga berlatih intensif sebagai atlit PSHT Kabupaten Malang.

Takdir mempertemukannya dengan mas Edi Santoso dan mas Edi Suhartono, dua pelatih bertangan dingin yang mengenalkannya pada gelanggang pertandingan. Keduanya melatih Suhud dengan keras, bahkan lebih keras daripada yang pernah dialaminya saat siswa. Namun Suhud tidak langsung menang. Di awal-awal karirnya dahulu, Suhud mengalami kekalahan berkali-kali “Mungkin ada sepuluh kali lebih saya kalah,” ia mengenang masa lalu, “bahkan dulu di Kejuaraan antar ranting saja, saya juga pernah kalah,”.

Namun hal itu tidak membuatnya putus asa. Pepatah Konfusius: “Kemenangan terbesar kita bukanlah ketika kita tidak pernah gagal, tetapi ketika kita bangkit dari kegagalan” dipegang teguh olehnya. Ditambah berlatih enam kali seminggu, karir silatnya perlahan mulai bersinar.  Namanya mulai diperhitungkan ketika meraih juara I pada Kejuarda piala Gubernur tahun 2002 di Mojokerto. Sejak saat itulah hasil jerih payahnya mulai tampak. Prestasi gemilangnya di dunia persilatan nasional yaitu ketika ia menjuarai Grand Final Sirkuit Nasional Panasonic tahun 2006, sekaligus terpilih sebagai Pesilat Terbaik Putra.

"Sirkuit itu even yang cukup berat. Saya harus juara Kejurda dulu untuk mewakili Jawa Timur. Setelah itu harus melewati dua kali Kejuaraan di Wilayah. Kalau lolos di wilayah, baru bisa ikut Grand Final Sirkuit. Itupun sistemnya setengah kompetisi," Katanya. "Alhamdulillah, untung saya mempersiapkan diri cukup baik, berkat arahan pelatih dan dukungan saudara-saudara, saya berhasil,".

Kemenangannya di Sirkuit Nasional itulah yang memebuatnya terpilih menjadi pesilat Nasional dalam SEA GAMES XII di Thailand. Meskipun ia hanya bisa mempersembahkan medali Perunggu dalam even itu.
“Menyakitkan sekali rasanya mendengar lagu kebangsaan Thailand  dinyanyikan sementara saya hanya berada di tempat ketiga,” demikian sahut Suhud Indratno, ketika ia baru saja tiba di Malang setelah mengikuti SEA GAMES XII di Nakhon Ratchassima- Thailand.
Tetapi baginya tetap ada hikmahnya kekalahan ini, antara lain niatnya untuk pensiun sebagai atlit menjadi urung dilakukannya, karena banyak lawan yang masih ingin ia kalahkan.






Kemudian, apa pesan Suhud buat adik-adik PSHT yang ingin berprestasi juga?
“Bagi atlit, latihan itu kebutuhan. Latihan tidak boleh dilakukan karena kita dilihat orang atau karena apa. Kalau pingin juara ya harus latihan,”. Kata penggemar olahraga basket ini.
"Dan jangan berhenti karena kalah sekali dua kali. Silat itu olahraga keras, kalau pingin juara kita tidak boleh berhenti atau menyerah. Kemenangan terbesar kita bukan ketika kita meraih kemenangan, tetapi ketika kita berhasil bangkit dari kekalahan,"  

Selamat berjuang, Superhud!!!


 

 


 



Kejuaraan Antar Ranting & Komisariat VIII PSHT Cabang Malang
di UNISMA tanggal 26-29 Desember 2008


Di Penghujung tahun 2008 ini, Persaudaraan Setia Hati Terate cabang Malang--syukur alhamdulillah-- telah sukses menyelenggarakan Kejuaraan Antar Ranting dan Komisariat ke-VIII di Universitas Islam Malang (UNISMA) pada tanggal 26-29 Desember lalu.

 
Kejuaraan Antar Ranting Sebagai Media Belajar

Kejuaraan Antar Ranting dan Komisariat ini sudagh merupakan "tradisi wajib" bagi PSHT Cabang Malang. Kejuaraan ini sudah menjadi kegiatan rutin tahunan sejak tahun 1998 dengan lokasi bergantian antara ranting / komisariat. Tujuan diselenggarakannya even ini adalah sebagai sarana pembelajaran bagi semua anggota PSHT khususnya di cabang Malang. Bagi Cabang Malang, even ini merupakan sarana pembelajaran untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas para anggotanya dari segala segi, baik dalam hal teknik pencak silat, prestasi pencak silat, perwasit-jurian, dan kepemimpinan (leadership). Even ini turut mencetak SDM-SDM berkualitas dari PSHT Cabang Malang, antara lain pesilat nasional Suhud Indratno dan Kurniati mengawali karirnya melalui kejuaraan ini.

Bagi para pesilat PSHT, even ini merupakan kesempatan untuk belajar mengasah kemampuan teknik pencak silat, menambah jam terbang, dan mengamalkan nilai-nilai persaudaraan dalam suasana kompetisi yang sportif. Selain itu, even ini juga merupakan sarana belajar perwasit-jurian, sehingga diharapkan akan muncul wasit-juri wasit-juri dari PSHT Cabang Malang yang berkualitas yang dapat mengibarkan nama baik PSHT khususnya di daerah Jawa Timur. Sedangkan bagi Panitia, even ini adalah sarana pembelajaran organisasi dan manajerial, karena untuk melaksanakan sebuah kegiatan membutuhkan sebuah teamwork yang kompak. Panitia Kejuaraan ini tidak hanya dihandel oleh Warga dan Siswa PSHT dari UNISMA, tetapi juga gabungan dari beberapa ranting dan komisariat di Cabang Malang. Meskipun jumlahnya tidak banyak - hanya 10 orang - dan diantara mereka juga ada yang merangkap menjadi wasit-juri dan atlit, alhamdulillah berkat kerja keras mereka Kejuaraan ini dapat berlangsung lancar.

 
Hasil Kejuaraan

Kejuaraan Antar Ranting dan Komisariat ke-VIII ini diikuti oleh 10 ranting dan komisariat se-Cabang Malang ditambah dua peserta tamu yaitu Komisariat Universitas Airlangga Surabaya (UNAIR) dan Pasuruan. Even ini mempertandingkan kategori Tanding (kelas A – G Putra/Putri), Tunggal putra/putri dan Ganda putra/putri. Pertandingan ini juga diwarnai partai eksibisi remaja kelas C Putra yang dimenangkan oleh pesilat dari ranting Pakisaji.

Untuk Juara Umum diaraih oleh Komisariat Universitas Negeri Malang (UM) dengan perolehan 4 Emas, 2 perak dan 4 perunggu. Artinya kontingen UM berhak memboyong kembali trofi bergilir Kejuaraan yang tingginya 165 cm ke sekretariat mereka. Trofi ini diserahkan secara langsung oleh Ketua Cabang mas Ir. Agus Santoso M.T. kepada manajer tim UM.

Sedangkan Juara Umum 2 diraih komisariat ITN Malang dengan perolehan 2 emas dan 1 perak. Juara Umum III diraih tuan rumah komisariat UNISMA Malang dengan perolehan 2 emas 1 perak. Meskipun memeperoleh hasil yang sama, ITN ditetapkan menjadi juara Umum II karena jumlah pesertanya lebih sedikit. Ini merupakan prestasi yang cukup luar biasa mengingat ITN dan UNISMA adalah komisariat yang jumlah anggotanya sedikit namun tak pernah absen berpartisipasi dalam kejuaraan ini.

Sedangkan untuk peserta tamu dari UNAIR yang mengikutsertakan 4 orang pesilat berhasil membawa pulang 4 medali yaitu juara II kelas D putra, Juara II Tunggal Putra, Juara III Kelas C putra dan juara III Tunggal Putri. Awal yang baik ini diharapkan dapat menambah semangat warga-warga PSHT UNAIR lainnya untuk mencetak prestasi di kemudian hari.

Sedangkan Predikat Pesilat Terbaik Putra diberikan kepada Huntoro, juara I kelas C Putra dari ITN Malang, dan Pesilat Terbaik Putri diberikan kepada Siti Khotijah Juara I kelas A Putri dari Universitas Negeri Malang (UM). Bagi Huntoro, ini merupakan awal comeback-nya sebagai atlit setelah mengalami cedera patah tulang akibat kecelakaan satu setengah tahun yang lalu (baca: kisah Huntoro, Firnandi dan Wahyu: meneladani sikap pantang menyerah diblog ini) . Sedangkan bagi Siti anugerah ini dapat menjadi penawar kekecewaannya gagal meraih medali di PORPROV November lalu. Kedua pesilat ini sama-sama merupakan aset PSHT Cabang Malang yang diharapkan dapat berprestasi gemilang di  masa depan. Di even-even daerah Jawa Timur, keduanya berlaga mewakili kabupaten Malang. 


Prestasi bagi UNISMA

Adalah merupakan prestasi tersendiri bagi komisariat UNISMA atas kesuksesannya sebagai Tuan Rumah. Karena sejak 3 tahun lalu para Warga dan Siswa PSHT yang merupakan mahasiswa UNISMA masih memeprjuangkan diterimanya PSHT sebagai salah satu unit Kehgiatan Mahassiwa (UKM) di UNISMA. Bahkan sebagai tuan Rumah, UNISMA berhasil menyabet Juara Umum III dengan perolehan 2 (dua) emas dan 1 Perak. Suksesnya Even ini merupakan momentum untuk memperkuat dukungan disahkannya PSHT sebagai UKM Pencak Silat di UNISMA.

“Semoga dengan keberhasilan UNISMA meraih juara umum III, Rektorat bersedia menjadikan PSHT sebagai Unit kegiatan mahasiswa di universitas ini. Seterusnya kami akan berusaha lebih baik lagi,” Demikian tutur Iqbal, ketua panitia kejuaraan ini.



Meskipun dalam kejuaraan ini masih banyak terdapat kekurangan disana-sini, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa even semacam ini sangat bermanfaat bagi PSHT Cabang Malang.  Bila di Perguaruan-perguruan lain pembinaan atlit melalui pengadaan pertandingan-pertandingan telah lama dilakukan, maka saatnya bagi PSHT di mana saja untuk mengadakan pertandingan-pertandingan semacam ini. Karena hanya melalui even-even seperti inilah akan teruji kualitas SDM-SDM kita, sehingga kita bisa mengetahui secara objektif sejauh apa kita telah berkembang. PSHT Cabang Malang telah memulainya sejak 8 tahun yang lalu, dan alhamdulillah tradisi prestasi ini masih terus terjaga hingga sekarang.

Bagaimana di cabang anda? Apakah juga ada kegiatan-kegiatan yang tujuannya mengeratkan persaudaraan sekaligus memberdayakan seperti ini? silahkan bagi cerita mengenai even cabang anda dengan saudara-saudara kita di seluruh Indonesia, kirimkan artikel dan dokumentasinya ke kur_sniper@yahoo.co.id.

Bagi saudara-saudara yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai antar ranting atau ingin mengetahui bagaimana caranya mengadakan even semacam ini, dapat menghubungi mas Edi Suhartono di 081334181922.


Pada saat ini, eksistensi pencak silat sebagai bela diri tradisional Indonesia telah berkembang menjadi sebuah olahraga prestatif yang populer. Hal itu ditandai dengan dipertandingkanya pencak silat pada even-even olahraga mulai dari tingkat kota/kabupaten, daerah, nasional hingga tingkat internasional.

Komisariat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Universitas Airlangga (UNAIR) menyadari bahwa pembibitan atlit berprestasi hanya akan muncul bila tersedia sarana dan prasarana yang menunjang bagi para pesilat untuk menguji kemampuannya. Pertandingan pencak silat adalah salah satu sarana pembelajaran bagi para pesilat mahasiswa untuk menanamkan nilai-nilai sportivitas, menguji kemampuan teknik pencak silat, menambah pengalaman serta wawasan mengenai prestasi khususnya dalam bidang olahraga pencak silat.

Berdasarkan petimbangan diatas, maka kami Komisariat PSHT UNAIR mengadakan kegiatan Kejuaraan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Antar Perguruan Tinggi se-Jawa Timur yang diadakan pada tanggal 20 – 24 Februari 2008 di GOR Kampus C Universitas Airlangga Surabaya. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi media pembelajaran bagi anggota Persaudaraan Setia Hati Terate dan mencetak bibit-bibit unggul atlit-atlit pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate yang berprestasi di masa depan.

Adapun untuk kelas-kelas yang dipertandingkan adalah:
1) Kategori Tanding:
Putra Putri:
• Kelas A : Berat badan 45 – 50 kg • Kelas A : Berat badan 45 – 50 kg
• Kelas B : Berat badan 50 – 55 kg • Kelas B : Berat badan 50 – 55 kg
• Kelas C : Berat badan 55 – 60 kg • Kelas C : Berat badan 55 – 60 kg
• Kelas D : Berat badan 60 – 65 kg • Kelas D : Berat badan 60 – 65 kg
• Kelas E : Berat badan 65 – 70 kg • Kelas E : Berat badan 65 – 70 kg
• Kelas F : Berat badan 70 – 75 kg
• Kelas G : Berat badan 75 – 80 kg

2) Kategori Tunggal: Putra dan Putri
3) Kategori Ganda: Putra dan Putri

Kami semua mengundang saudara-saudara anggota Komisariat PSHT di seluruh Perguruan Tinggi se-Jawa Timur untuk berpartisipasi dalam Kejuaraan tersebut. Kejuaraan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana melaksanakan ujicoba (try out) untuk pesilat-pesilat PSHT cabang-cabang se-Jawa Timur untuk menghadapi Kejurnas Antar Cabang di UNS Solo pada bulan Maret 2008.

Untuk informasi lebih lanjut dan permohonan proposal dapat menghubungi
Nita: 085 234 442 424
Aji: 0856 489 683 33
atau Kurniati: 081 334 727 040.

Blog EntryPrestasi PSHT cabang Malang 2007Dec 11, '07 12:10 AM
for everyone

PRESTASI

PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE

CABANG MALANG

Tahun 2007

 

No

WAKTU

&

TEMPAT

KEJUARAAN/EVEN

PARTISIPASI

PRESTASI

1. 

Januari,

Padepokan Pencak Silat TMII – Jakarta

Seleksi Nasional tim Pelatnas Sea Games XIII cabang Pencak Silat

Peserta

  1. Juara I C Putra a.n. Suhud Indratno

2.       Juara II Tunggal Putri a.n Kurniati R. (UM)

Suhud Indratno terpilih sebagai kelas C Putra Pelatnas lapis pertama Sea Games

2. 

Februari,

Bedok Sport Center - Singapura

International Pencak Silat Championship “Singapore Open” 2007

Peserta

Juara I Tunggal Putri a.n Kurniati R. (UM)

 

3. 

Maret,

Universitas Wijaya Kusuma - Surabaya

Kejuaraan Nasional Antar Perguruan Tinggi PANASONIC ke-II, 2007

Peserta

  1. Juara I G Putra a.n. Wahyu Prabowo (UM)
  2. Juara I Tunggal Putri a.n Kurniati R. (UNAIR)
  3. Juara II E Putra a.n. Anang Mustahmid (UM)
  4. Juara III Tunggal Putri a.n Sary Wijayaningsih (UM)
  5. Juara II Tunggal Putra a.n Heru (ITN)

 

4. 

April,

Belgia

International Pencak Silat Championship “Belgia Open” 2007

Peserta

Juara I C Putra a.n. Suhud Indratno

 

5. 

Mei,

Banten

Kualifikasi PON XVII

Cabang olahraga Pencak Silat

Peserta

Juara II Tunggal Putri a.n Kurniati R

6. 

Agustus,

UM – Malang

 

Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah se-Jawa Timur

(POMDA)

Cabang Pencak Silat

Peserta

  1. Juara II B Putra a.n. Dody Kisworo (UM)
  2. Juara I F Putra a.n. M. Firnandi (UM)
  3. Juara I G Putra a.n. Wahyu Prabowo (UM)
  4. Juara I Tunggal Putri a.n Kurniati R. (UNAIR)
  5. Juara III A Putri a.n. Siti Khotijah (UM)

7. 

Oktober,

Pahang - Malaysia

Kejuaraan Dunia PERSILAT 2007

Peserta & Pelatih

Tunggal Putri a.n Kurniati R

Pelatih: Edi Suhartono

8. 

November,

Banjarmasin - KALSEL

Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional IX

(POMNAS IX)

Cabang Pencak Silat

Peserta

  1. Juara I G Putra a.n. Wahyu Prabowo
  2. Juara I Tunggal Putri a.n Kurniati R. (UM)
  3. Juara II F Putra a.n. M. Firnandi (UM)

 

9. 

November,

Kodikal - Surabaya

Pekan Olahraga Propinsi Jawa Timur (PORPROP)

Peserta

  1. Juara III D Putri a.n. Galih
  2. Juara III A Putri a.n. Siti Khotijah

 

10.    

Desember,

Nakhon Ratchassima – Thailand

SEA GAMES XII

Peserta

Juara III C Putra a.n. Suhud Indratno

 


Blog EntryPrestasi PSHT Malang 2006Dec 11, '07 12:05 AM
for everyone

PRESTASI

PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE

CABANG MALANG

Tahun 2006

 

No

WAKTU

&

TEMPAT

KEJUARAAN/EVEN

PARTISIPASI

PRESTASI

1. 

Maret

GOR Kaliwates -  Jember

Kejuaraan Daerah se-Jawa Timur 2006

Usia Terbatas

Peserta

  1. Juara I C Putra a.n. Suhud Indratno

2.       Juara I Tunggal Putri a.n Kurniati R.

3.       Juara II E Putra a.n. Anang Mustahmid

4.       Juara III B Putra a.n. Huntoro

5.       Juara III B Putri a.n. ....

2. 

Maret

UNIBRAW Malang

Kejuaraan Nasional Antar Perguruan Tinggi (Komisariat) PSHT

Ke-II

 

Juara Umum 1 diraih Komisariat Univ Negeri Malang,

Juara Umum II diraih Komisariat ITN Malang,

Juara Umum III diraih Komisariat UWK Sby.

 

  1. Juara I B Putra a.n. Huntoro (Kom. ITN)
  2. Juara I B Putri a.n. Musmaini (UM)
  3. Juara I E Putra a.n. Anang Mustahmid (UM)
  4. Juara I Tunggal Putra a.n Heru (ITN)
  5. Juara I Tunggal Putri a.n Kurniati R. (UM)
  6. Juara II Tunggal Putri a.n Sary Wijayaningsih (ITN)
  7. Juara II Tunggal Putra a.n Ritus Nur Armada (UM)
  8. Juara III D Putra a.n. Wahyu Eko (ITN)
  9. Juara III B Putri a.n. ...

 

3. 

Maret,

Denpasar – Bali

Sirkuit Nasional Panasonic – putaran 1

Peserta

Juara I C Putra a.n. Suhud Indratno

4.